Title

Indahnya Kasih Sayang

Mahasuci Allah, zat yang mengaruniakan kasih sayang kepada makhluk-makhluk-Nya. Tidaklah kasih sayang melekat pada diri seseorang, kecuali akan memperindah orang tersebut, dan tidaklah kasih sayang akan terlepas dari diri seseorang, kecuali akan memperburuk dan menghinakan orang tersebut.

Baca
Title

Hakikat Cinta

Cinta adalah bagian dari fitrah, orang yang kehilangan cinta dia tidak normal tetapi banyak juga orang yang menderita karena cinta. Bersyukurlah orang-orang yang diberi cinta dan bisa menyikapi rasa cinta dengan tepat.

Baca
Title

Ikhlas

Semoga Allah mengaruniakan kepada kita hati yang ikhlas. karena betapapun kita melakukan sesuatu hingga bersimbah peluh berkuah keringat, habis tenaga dan terkuras pikiran, kalau tidak ikhlas melakukannya, tidak akan ada nilainya di hadapan Allah. Bertempur melawan musuh, tapi kalau hanya ingin disebut sebagai pahlawan, ia tidak memiliki nilai apapun.

Baca
Title

Karunia Hidayah

Siapapun di dunia ini hanya akan menjaga dengan sungguh-sungguh sesuatu yang dianggapnya berharga dan membuang sesuatu yang dianggapnya tidak berharga. Semakin bernilai dan semakin berharga suatu benda, maka akan lebih habis-habisan pula dijaganya.

Baca

SENYUM...
Senyum itu anugerah, sedekah dan juga musibah.
Anugerah, karena senyum itu semata-mata pemberian Allah SWT kepada makhluk-Nya, khususnya manusia, dan hanya Allah SWT yang mampu membuat manusia tersenyum.
Sedekah, dengan senyum kita memberikan sinyal kebaikan kepada siapa saja yang melihat senyum kita.
Musibah, bila senyum digunakan sebagai kamuflase dari keadaan hati yang sebenarnya atau sebagai penutup dari niat buruk. Makna yang terakhir inilah yang paling sering kita jumpai di masa ini. Senyumlah pada tempatnya dan untuk hal yang semestinya.
Cintailai apa yang dicintai Allah SWT dan Rosul-Nya. Bencilah kepada apa yang dibenci Allah SWT dan Rosul-Nya. Dan tersenyumlah untuk apa yang disukai Allah SWT dan Rosul-Nya.
----- eof -----


MARAH x HARAM
Marah itu bila di-eja dari belakang jadilah kata Haram.., bila kita simak dengan pandangan positif, bahwa marah itu di larang (haram) buat manusia, tidak ada hak manusia menggunakan marah untuk apapun dan untuk alasan apapun. tapi pada kenyataannya kita begitu suka mengikuti apa maunya marah. Tidak suka, tidak senang, tidak nyaman dan semua yang tidak selaras dengan otak, benak dan panca indera kita, diekspresikan dalam bentuk marah dengan berbagai manifestasi yang dapat kita lakukan, mulai dari cemberut, memalingkan wajah, meludah, mencaci, memukul, menganiaya bahkan menghilangkan nyawa..
Hakikat awalnya segala sesuatu itu tidak ada kecuali Allah SWT, bahwa segala sesuatu (termasuk rasa marah) Allah SWT yang menciptakannya, berawal dari Allah SWT dan akan berakhir pada-Nya. Allah SWT pemilik dari semua alam (termasuk alam perasaan manusia, yaitu marah). Kenapa manusia dilarang marah atau memarahi orang yang dianggap sedang marah. Karena manusia bukanlah pemilik apapun. Yang berhak marah adalah Yang Maha Memiliki.
----- eof -----


MAAF dan AMPUNAN
Benarkah ma'af itu milik manusia ? tapi yang pasti adalah Ampunan itu milik Allah SWT. Sesama muslim harus saling mema'afkan. Dengan demikian gugurlah hak muslim atas kata ma'af untuk muslim lainnya. Karena ma'af bagi sesama muslim itu bersifat otomatis, setiap muslim pasti pema'af bagi muslim lainnya, bila tidak maka kadar ke-muslimannya patut dipertanyakan. Berbeda dengan orang fasik, kafir apalagi musyrik, mungkin mereka butuh kata ma'af dari manusia, tetapi yang jelas ketiga golongan ini lebih butuh ampunan Allah SWT ketimbang kata ma'af manusia.
----- eof -----


LUPA bukan MELUPAKAN
Dilihat dari sisi morfologi kata dasar LUPA dan kata berimbuhan MELUPAKAN memiliki makna yang berbeda meski satu sama lain memiliki keterkaitan yang erat. Kata lupa konotasinya seringkali disamakan dengan ketidaksengajaan, sedangkan kata berimbuhan melupakan selalu di sejajarkan dengan kesengajaan. Bila kita lupa bahwa kita sedang berpuasa lalu kita minum berdasarkan sifat refleks karena haus, tentunya minum tersebut tidak membatalkan puasa, karena sifat lupa ada pada diri kita pada saat sedang minum dalam keadaan puasa. Melupakan adalah suatu kata yang bisa diartikan sebagai suatu bentuk upaya rekayasa yang disadari sepenuhnya atau sebagian. Bagi muslimin Lupa itu human error (kesalahan yang bersifat manusiawi dan mutlak terma'afkan bahkan terampuni). Manakah yang bisa dikatakan salah : Lupa akan kebaikan orang lain, atau melupakan kebaikan orang lain ?. tentu kita semua sudah tahu jawabannya. Yang jelas yang salah adalah orang yang berharap agar orang lain selalu mengingat kebaikannya kepada orang tersebut.
Berbuat kebaikan tidak akan bernilai bila diumbar dengan kata-kata atau berharap pujian atau penghormatan sebagai kompensasi atas perbuatan baik tersebut. Bukankah kita berbuat baik semata-mata memohon ridho Allah SWT agar kelak kita di-ijinkan masuk Jannah.
----- eof -----


MENYAKITI...
Sakit adalah suatu penghambat/penghalang bagi manusia dalam hidupnya, apakah itu sakit jasmani ataupun rohani. Menyakiti dapat juga diartikan sebagai suatu penghalang hidup yang sengaja dibuat untuk memuaskan rasa arogan. Bagi muslim tidak ada rasa takut sakit atau disakiti apalagi menyakiti sesama muslim. rasa takut hanya boleh ditujukan kepada Allah SWT semata. kata takut adalah makna kedua dari kata TAQWA setelah makna patuh dan kemudian di-ikuti dengan makna positif lainnya. Jadi tidak boleh merasa takut disakiti orang lain, maka bila kita merasa takut pada orang lain, tanpa kita sadari kita telah memindahkan hak Allah SWT atas ketaqwaan hambanya.
----- eof -----


BETAPA GELAPNYA...
Bagian gelap pada diri kita ternyata lebih dominan dibanding bagian terangnya.....
Kegelapan mendustakan mata bahkan mata hati untuk melihat warna kebenaran ..
Maka janganlah kita mencari dusta, karena dusta itu mendominasi diri kita..
----- eof -----


FILOSOFI MONYET...
Monyet dan pisang...
Monyet bisa menggenggam lima buah pisang sekaligus...bahkan enam, dua buah pisang masing-masing ditangan kiri dan tangan kanan, dua pisang di kaki, kaki kiri dan kaki kanan, satu pisang dililit ekornya, dan yang ke-enam di gigit dimulutnya. betapa rakusnya monyet.... padahal dia hanya punya satu mulut


Naluri monyet....
Monyet dan binatang lainnya hanya mengikuti naluri biologisnya.., makan, minum buang hajat..zygot dst..
bila nurani kita berada dibelakang naluri apa bedanya kita (manusia) dengan monyet...
---eof---


JIHAD DI ALAM INDONESIA...
Orang Awam di Indonesia...mengkonotasikan bahwa Jihad adalah Dentuman BOM dan Desingan PELURU.
Mari...kita simak dengan penuh kearifan, kebijaksanaan dan segala kerendahan hati serta obyektifitas yang mendalam...bahwa :
- Mayoritas masyarakat Indonesia adalah Muslim yang de-facto awam dengan istilah jihad, bahkan awam tentang islam.
- Jihad yang sepadan dengan kondisi masyarakat Indonesia mestinya mempertimbangkan kenyataan yang ada, bahwa mayoritas masyarakat Indonesia mengakui Ke-Esaan ALLAH SWT. lalu JIHAD yang bagaimana yang layak diperjuangkan dengan kondisi seperti itu, tentunya strategi itu sudah dicontohkan oleh Manusia Termulia Rosulullah MUHAMMAD SAW ketika beliau hijrah ke Madinah, bahwa tatanan yang telah ada tinggal diperbaharui, dibina dan diluruskan.
- Penegakan Daulah dan Khilafah akan berdiri secara otomatis bila SYARIAH telah ditegakkan. Untuk menegakan syariah peranan dakwah adalah sangat utama dengan unsur Tarbiyah yang menjadi ujung tombaknya.
- Bila Syariah Islamiyah tegak, maka dengan sendirinya daulah itu ada, khilafah-pun terpilih.
- Jadi tidak mesti memaksakan pembentukan Daulah dan Khilafah secara prematur, bila masyarakat didalam daulah tersebut tidak tahu tentang Syariah.
PERJUANGAN JIHAD DI INDONESIA ADALAH DA'WAH SYARIAH ISLAMIYAH. MAKA DAULAH YANG DIINGINKAN DAN KHILAFAH YANG DICITA-CITAKAN AKAN TERBENTUK.
---eof---


BILA JIHAD BERMAKNA PERANG
Kalangan tertentu menyatakan bahwa hanya ada satu persepsi dari kata Jihad yaitu mengangkat senjata untuk menegakkan kalimat Tauhid. Kata senjata pada kalimat tersebut menggambarkan suatu bentuk konfrontasi fisik secara nyata. Di Indonesia makna itupun telah dianut dan dimanifestasikan secara gamblang dengan berbagai dampak negatif yang lebih dominan ketimbang dampak positifnya.
Beberapa pandangan berikut ini mungkin perlu menjadi perhatian semua kaum muslimin Indonesia dalam meyikapi kewajiban jihad :
  1. Jihad dengan makna konfrontasi fisik secara nyata tepat dilakukan untuk wilayah yang mayoritas penghuninya adalah orang-orang yang menentang Ke-Esaan ALLAH SWT. bukan daerah atau wilayah yang sebagian besar penduduknya mengagungkan asma ALLAH SWT, meskipun secara legal syariat islam tidak dibentuk dalam suatu perundang-undangan.
  2. Bila Jihad bermakna konfrontasi fisik maka persiapan kearah itu sangatlah kompleks, banyak faktor yang harus dipersiapkan dari segi materi perang berupa persenjataan, tentara dan strategi juga hal-hal lain yang menjadi faktor penentu keberhasilan. dan yang paling utama dari semua persiapan konfrontasi itu adalah dukungan dan keterlibatan masyarakat muslim.
  3. Untuk mendapatkan dukungan dan keterlibatan masyarakat muslim dalam Jihad perlu disampaikan pemahaman yang lugas dan sederhana tentang Kewajiban Jihad sebagai fardhu a'in dalam menegakkan syariat islam secara kaffah sesuai ketentuan Al-Qur'an dan Sunnah Muhammad SAW .
  4. Penyampaian pemahaman syari'at islam secara lugas dengan bahasa yang mudah dicerna dalam logika masyarakat secara umum dan mudah di-implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat dengan tetap mengutamakan kemurnian sumber ajaran islam.
  5. Pola dakwah adalah salah satu dari sekian banyak pola penyampaian pemahaman kepada masyarakat tentang syari'at islam.
  6. Konfrontasi fisik Jihad yang prematur, yang berdasarkan dendam, yang berlatar belakang konspirasi politik, yang dibayangi keuntungan harta, serta hal-hal lain yang bukan bertujuan menegakkan kalimat Tauhid akan menghasilkan kehancuran secara fisik maupun secara moril, dan yang terlebih buruk lagi adalah menciptakan fitnah bahwa Jihad itu adalah kehancuran.
  7. Nuansa Konspirasi politik dan latar belakang kepentingan bisnis lebih jelas terlihat pada aksi-aksi yang mereka namakan aksi jihad atau pihak lain menyebutnya aksi terorisme, yang terjadi di Indonesia.
  8. Nabi hanya memberikan garansi pada tiga generasi yang menjalankan sunnah secara murni yaitu, kaum yang hidup dimasa nabi, kaum yang hidup dimasa para sahabat dan satu generasi sesudahnya yaitu kaum para tabi'in. artinya kita hidup di suatu generasi tanpa garansi dari nabi, karenanya diperlukan sikap hati-hati dalam memilih dan menentukan sikap dan pemahaman kita tentang islam khususnya jihad.
  9. Setelah wafatnya Sahabat Nabi Ali bin Abi Thalib, nuansa kekhalifahan semakin tidak jelas, semakin menjauh dari tujuan syariat islam. Tujuannya lebih kepada membela kepentingan khalifah dan daulah ketimbang kepentingan menegakkan Syariah Islamiyah. apalagi pada generasii masa kini banyak kelompok islam yang terbentuk dengan tujuan tersembunyi untuk mendapatkan harta dan kekuasaan dengan dalih menegakkan syariat islam.
  10. Jihad itu dimulai dengan berjihad terhadap hati, pikiran, perkataan dan perbuatan kita dari pemahaman keliru tentang islam dan jihad, karena seperti kita maklumi bersama bahwa "azazil" (baca : syetan) adalah ahli dalam menghias kesesatan agar terlihat baik dan agung.
  11. Selanjutnya kita sampaikan Jihad itu kepada orang-orang terdekat kita dalam keluarga. Diteruskan kepada orang-orang disekitar rumah kita (para tetangga). dan tentunya bila kita mau dan mampu kita dapat melakukan jihad dengan cakupan yang lebih luas.
  12. Bila tujuan jihad tersamarkan dengan tujuan kekuasaan dan harta itu adalah sangat mungkin, di Indonesia kasus KW-IX - Abu Toto - Indramayu, telah membuktikan bahwa Jihad-pun dapat didomplengi oleh tujuan busuk untuk mendapatkan harta dan kekuasaan. konon kelembagaan NII yang sekarang juga tidak luput dari pemahaman Abu Toto, mendapatkan harta dengan dalih Jihad dengan menghipnotis secara langsung maupun tidak langsung kepada orang-orang yang lengah dalam pemahaman islamnya.
  13. Dibandingkan dengan NII - versi SM Kartosuwiryo, NII yang sekarang sangat jauh berbeda dalam hal tujuannya. lebih terkesan arogan, memaksa dan menghalalkan segala cara demi tujuan mereka.
  14. Harta adalah fitnah utama ummat Nabi Muhammad SAW, karenanya harta akan jadi alat bagi "azazil" (baca : syetan), dalam memperdaya kita semua untuk mengikuti kehendaknya, menggelapkan makna jihad yang haq.
  15. Islam itu Rohmatan lil 'alamin, rahmat bagi seluruh alam, bukan hanya untuk manusia, bukan hanya untuk suatu bangsa, bukan hanya untuk suatu kelompok, bukan hanya untuk suatu mazhab atau firqoh. Maka selayaknyalah Jihad itu pun berdampak Rohmatan Lil 'alamin.
  16. Islam itu Kaffatalinnas. islam itu untuk semua manusia, bukan hanya untuk satu kelompok yang sefaham. Adalah Sunnatuloh, manusia diciptakan secara unik dalam hal berfikir dalam hal memahami suatu masalah. Kita semua tahu Alloh SWT hanya menilai cara kita menjalani hidup bukan hasil yang kita dapatkan dari hidup. karena Maha Suci Allah dari segala prasangka buruk manusia. Maka sepatutnyalah Jihad itu Kaffatalinnas.
  17. Manusia Teragung Rosululloh SAW telah bersabda bahwa Jihad yang terbesar ada pada hati kita masing-masing.
ALLOHUMAHDINA FIMAN HADAIYT. 
MARI BERJIHAD DENGAN DA'WAH. MULAILAH BERDA'WAH KEPADA DIRI KITA SENDIRI
---eof---


KOTAK-KOTAK ISLAM MASA KINI
Kembali kepada pemahaman kalimat Rohmatan lil 'alamin dan Kaffatalinnas.
  • Rosululloh Muhammad SAW tidak membentuk firqoh ummat pada masanya, namun beliau telah berprediksi bahwa kelak akan banyak firqoh dalam islam.
  • Firqoh ummat islam pada masa kini cenderung melupakan kalimat Rohmatan lil 'alamin dan Kaffatalinnas. hingga terbentuklah fanatisme sekte yang sempit.
  • Masing-masing kelompok firqoh saling tuding, saling menyalahkan, saling klaim bahwa mereka paling benar dan yang lain paling salah. Dan yang terparah adalah mengkafirkan kelompok lain. Inilah permasalahan muammalah yang utama pada ummat islam masa kini, islam terkotak-kotak, dan kotak itu saling berbenturan bukannya saling melengkapi atau saling melebur.
  • Masing-masing firqoh lebih mengutamakan sunnah/hadits dalam menggunakan dalil sebagai acuan penyelesaian suatu masalah ketimbang mendahulukan penempatan Kalamulloh sebagai azas logis penyelesaian masalah. Ingatlah bahwa Al-Qur'an telah mendapatkan garansi akan keasliannya hingga akhir zaman. sedangkan hadits tidak mendapatkan garansi bahkan dari nabi Muhammad, dan beliau pernah bersabda " Kelak kamu akan mendengar suatu riwayat yang belum pernah kamu dengar sebelumnya".
  • Posisi hadits adalah sebagai penjabaran Kalamulloh. Penempatan atau penggunaan dalil Kalamulloh maupun Sunnah/Hadits harus tepat benar dengan permasalahannya.


Uraian diatas sebagai suatu upaya penulis mengajak muslimin untuk selalu memandang bahwa distorsi atau metodologi pemahaman islam sangatlah kompleks, karenanya tidak perlu merasa aneh dengan pemahaman yang berbeda. selama pemahaman itu tidak meng-arah pada Syirik dan Kuffar serta Fasiq.
---eof---