Title

Indahnya Kasih Sayang

Mahasuci Allah, zat yang mengaruniakan kasih sayang kepada makhluk-makhluk-Nya. Tidaklah kasih sayang melekat pada diri seseorang, kecuali akan memperindah orang tersebut, dan tidaklah kasih sayang akan terlepas dari diri seseorang, kecuali akan memperburuk dan menghinakan orang tersebut.

Baca
Title

Hakikat Cinta

Cinta adalah bagian dari fitrah, orang yang kehilangan cinta dia tidak normal tetapi banyak juga orang yang menderita karena cinta. Bersyukurlah orang-orang yang diberi cinta dan bisa menyikapi rasa cinta dengan tepat.

Baca
Title

Ikhlas

Semoga Allah mengaruniakan kepada kita hati yang ikhlas. karena betapapun kita melakukan sesuatu hingga bersimbah peluh berkuah keringat, habis tenaga dan terkuras pikiran, kalau tidak ikhlas melakukannya, tidak akan ada nilainya di hadapan Allah. Bertempur melawan musuh, tapi kalau hanya ingin disebut sebagai pahlawan, ia tidak memiliki nilai apapun.

Baca
Title

Karunia Hidayah

Siapapun di dunia ini hanya akan menjaga dengan sungguh-sungguh sesuatu yang dianggapnya berharga dan membuang sesuatu yang dianggapnya tidak berharga. Semakin bernilai dan semakin berharga suatu benda, maka akan lebih habis-habisan pula dijaganya.

Baca

DO’A MUSTAJAB

DO’A MUSTAJAB
Berdasarkan kisah nyata
Tragedi Sabtu, 13 Nopember 2010 pukul: 21:30
hingga Minggu, 14 Nopember 2010 pukul: 04.05
Di suatu perumahan

Kisah ini diangkat dari sebuah kisah nyata yang dialami seorang hamba ALLAH S.W.T.  Yang kemudian dituangkan ke dalam sebuah tulisan dan dipublikasikan, dengan maksud berbagi hikmah kepada pembaca khususnya muslimin bahwa ALLAH S.W.T.  itu DEKAT.
 
JADILAH HAMBA ALLLAH S.W.T.
 JANGAN JADI HAMBA  APAPUN ATAU SIAPAPUN
 APALAGI JADI HAMBA SETAN
JADILAH HAMBA ALLLAH S.W.T.  SAJA

Sebut saja nama aliasnya adalah Fulan.
Kisahnya begini.:

Malam itu hari Sabtu, tanggal 13 Nopember 2010, sekitar pukul 21.00 dirumah Fulan dan istrinya sedang bekerja masing-masing di depan Komputer PC dan Notebook, masing-masing sedang mengerjakan tugas dan pekerjaan mereka, sambil mendengarkan lantunan suara Sa’ad Al-Ghamidi membacakan Kalamulloh, surah YASIN melalui perangkat komputer mereka dengan menggunakan headset.

Sekitar pukul 21.10 Fulan merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya, ia merasakan detak jantung yang cukup keras, namun tanpa perasaan apapun yang menyertainya. Biasanya detak jantung yang keras selalu di sertai dengan perasaan emosi (marah, takut, sedih atau lainnya), tidak juga disertai dengan rasa sakit fisik sebelumnya, yang biasanya mengawali detak jantung yang abnormal

Pukul 21.15 Fulan menghentikan pekerjaannya, kemudian ke teras depan rumah untuk memasukan motor, karena hari sudah malam. Setibanya di teras rumah Fulan melihat seseorang sedang menggunakan handphone berdiri sambil bersandar di motor persis di seberang jalan rumah Fulan, orang itu adalah tetangga sebelah kanan rumah Fulan yang notabene satu atap (karena perumahan berbentuk kopel dua rumah). Fulan tidak menyapa tetangganya karena dia lihat orang tersebut sedang sibuk dengan teleponnya.

Setelah memasukan motor Fulan duduk dilantai beralas tikar plastik bersandar kursi di ruang tamu.

ketika itu ia mendengar suara mobil tetangganya dan berhenti cukup lama di depan rumah pemilik mobil, Fulan menduga itu adalah tetangganya yang tadi telepon diseberang jalan dan sekarang akan pergi, dan Fulan mengira tetangga sebelah rumahnya itu pergi semua karena pintu pagar dan pintu rumahnya terdengar ditutup dan dikunci

Karena letak rumah berhimpitan, hanya dipisahkan dinding batako yang diplester, maka nyaris semua aktifitas tetangga dapat terdengar, setelah mobil terdengar pergi, suasana terasa sepi,.

Tiba-tiba terdengar suara keras, diatap rumah, sepertinya suatu benda yang cukup berat jatuh diatap rumah Fulan yang terbuat dari asbes, Fulan sangat terkejut, dia menduga itu suara kucing jatuh, tapi tidak terdengar suara kucing atau suara langkah kakinya. Sementara itu istri Fulan tetap asik bekerja dengan Notebook-nya dan tidak terlihat terkejut karena ia menggunakan headset, yang sangat mungkin tidak mendengar suara keras tadi. Detak jantung semakin keras dirasakan oleh Fulan dan kini ditambah dengan sakit kepala seperti di tusuk jarum.

Belum lagi hilang rasa heran Fulan, tiba-tiba ia merasakan desakan perasaan yang sangat kuat, ia merasa sangat sedih….. tanpa sebab….terus mendesak… dan detak jantung semakin keras, rasa sakit di kepala semakin bertambah kini seperti di tusuk paku, … dan kini … Fulan merasakan lemas di sekujur tubuhnya…., segera ia membaca ISTIGHFAR terus dan terus.. yang diselingi dengan membaca ayat Kursyi. Semua perasaan aneh dan sakit itu semakin menjadi, akhirnya Fulan putuskan untuk melakukan Sholat dua roka’at memohon ampunan ALLAH SWT.  Fulan-pun ke kamar mandi untuk berwudlu, sayangnya .. air di bak mandi sangat sedikit dan keran air-pun tidak mengalir (mati dari PDAM-nya) hampir saja Fulan memutuskan untuk membatalkan niatnya, namun Fulan tetap berwudlu dengan air seadanya.

Selesai berwudlu Fulan bermaksud untuk melakukan Sholat di ruang tamu, setelah suasana tenang Fulan mulai melakukan Sholatnya meskipun rasa sakit dikepala, detak jantung yang keras, rasa lemas di sekujur tubuh, dan perasaan sedih yang mendalam,

Fulan mulai melaksanakan sholat, dia bertakbir… membaca iftitah, pada saat membaca Al-Fatihah.. Fulan merasakan detak jantung yang sangat keras…, dan hampir saja tidak mampu mengendalikan keseimbangan tubuh… entah kenapa… membaca Al-Fatihah saat itu terasa sangat sulit hingga Fulan mengulanginya sampai tujuh kali.  Lagi-lagi pada roka’at kedua sulit untuk membaca AL-Fatihah, iapun mengulanginya hingga lima kali,  pada saat sujud terakhir di ro’kaat kedua.. tiba-tiba rasa sakit di kepala, jantung yang berdetak semakin keras, dan rasa sedih yang semakin mendesak semakin menjadi-jadi … dalam keadaan bersujud Fulan dengan Khusyu’.. bahkan dengan tetesan air mata, memohon ampunan kepada ALLAH S.W.T. atas segala dosa dan kesalahan yang dilakukannya. Tiba-tiba Fulan mendengar suara benturan cukup keras dari rumah tetangga sebelah… suara benturan itu cukup jelas terdengar karena Fulan dalam keadaan bersujud… seingatnya rumah tersebut telah kosong, ditinggal pergi oleh penghuninya beberapa waktu yang lalu…,  Fulan menyelesaikan sholatnya, tak lama kemudian terdengar suara mobil, Fulan hafal betul itu mobil tetangga sebelah rumahnya, terdengar pintu pagar dan pintu rumah tetangganya itu dibuka.

Rasa sakit yang dirasakan Fulan agak berkurang, Fulan merasakan sesuatu yang aneh… seperti ada yang suara membisikan untuk pergi dari rumah.. Fulan segera memutuskan untuk pergi.  Ia lalu menghampiri istrinya, meminta istrinya menyelesaikan pekerjaannya dan ia berkata : “ Mah … beli, baso yuk.., aku pengen baso tahu..” tentu saja sang istri terkejut, karena malam telah larut tentu tukang baso sudah tutup (sekitar pukul 22.05). Tapi Fulan mendesak mengajak istrinya, tanpa banyak Tanya lagi istrinyapun memenuhi ajakan Fulan. Sambil berkata : “nggak ..pake motor  pak?”, Fulan menjawab singkat “Nggak.. sebentar doang ini” padahal Fulan merasa tidak mampu mengendarai motor karena sakit dan lemas.

Suami istri itupun meninggalkan rumah mereka, suasana lengang dan sepi padahal malam minggu. Persis didepan rumah tetangga satu kopel, Fulan mengambil rokok dan korek, malangnya korek api terjatuh. Fulan terkejut ia merasa korek api itu telah digenggamnya, tetapi mengapa terjatuh.. tanpa pikir panjang iapun membungkuk mengambil korek api… tanpa disadarinya ia membaca “AUDZU-BILLAHI MINASY-SYAITONIR-ROJIIM-.. kalimat itu meluncur begitu saja dari mulutnya, dan dengan reflek dia menoleh kearah rumah tetangganya, sekilas Fulan melihat yang punya rumah sedang duduk di kursi di teras rumahnya, karena perasaan tidak karuan Fulan tidak menyapa dan iapun tidak mendengar sapaan. Fulanpun melanjutkan perjalan.. Fulan menceritakan kepada isrinya maksud dan tujuan mereka pergi  yaitu ke rumah orang-tua istrinya, yang kebetulan tidak terlalu jauh letaknya dari perumahan mereka,  Sepanjang perjalanan Fulan bercerita kepada istrinya tentang apa yang dialaminya, rasa sakit di kepala berkurang tapi ia merasakan pusing dan  seluruh kulit tubuh terasa perih, dan detak jantung tidak terlalu keras.

Mereka menempuh jalan yang tidak biasa mereka tempuh, mereka lewat jalan pintas, Beberapa orang mereka temui dan menyapa dengan pandangan heran.

Singkat kisah tibalah mereka berdua di rumah mertua, selesai mengucap salam merekapun bercengkrama di berondong pertanyaan-pertanyaan mertuanya.

Fulan dan istrinya telah sepakat untuk tidak menceritakan apa yang mereka alami kepada mertuanya, dengan maksud agar mertuanya tidak cemas.

Namun….., apa hendak dikata, tiba-tiba detak jantung Fulan terasa semakin keras, bahkan lebih keras dari sebelumnya hingga menyesakkan dada, rasa sakit dikepala dirasakan semakin hebat, kali ini bukan hanya seperti ditusuk paku tetapi seperti ditancapkan paku yang dipukulkan dengan palu, rasa takut tiba-tiba menghantui perasaannya, rasa lemas di sekujur tubuh, rasa kantuk yang sangat kuat, dan yang terparah adalah Fulan sulit mengambil nafas, bahkan tidak bisa bernafas, sekalipun dengan menghirup nafas dalam, lalu fulan mencoba suatu cara, yaitu: menghirup nafas dalam menahannya, tidak dikeluarkan, kemudian langsung menghirup lagi, barulah ia rasakan udara mengisi dadanya. Cara itu ia ulangi terus menerus, sehingga ia merasa mendapatkan udara. Dalam hati fulan membatin “apakah ini yang disebut sakratul maut?”

Kini rasa kantuk datang lagi dengan sangat hebat, dan hampir saja Fulan tertidur segera ia mengambil minyak gosok dan membaluri sekujur tubuhnya, bahkan wajah telinga, hidung dan dimulut, semua itu dilakukan untuk mengusir rasa kantuk yang tidak wajar.

Tak putus-putusnya Fulan mengucapkan kalimat Tauhid LAA-ILAHA ILALLOH, dan ber-Istighfar,  Fulan selalu mengisi setiap detik waktunya dengan menyebut ASMA ALLAH SWT.

Sekitar pukul 01.10 semua rasa sakit itu mereda, Fulan teringat pada kakaknya, kemudian iapun mengirimkan sms, menceritakan kejadian yang dialaminya, tentu saja balasan sms yang diterima Fulan menggambargan betapa terkejut sang kakak atas kejadian yang menimpa Fulan serta memberikan beberapa advise yang bisa dilakukan Fulan dan istrinya, diantaranya adalah :
  • Jangan tertidur
  • Selalu Berzikir
  • Membaca Al-Qur’an (Fulan membaca Surah Yasin, beberapa ayat Surah Al-Baqoroh, beberapa ayat surah Al-Imron)
  • Sambil berpegang tangan dengan istri
Sekitar Pukul 03.45 Fulan kembali merasakan rasa sakit yang lebih hebat dari sebelumnya. Kali ini Fulan benar-benar kesal, Fulan meyakini ini bukanlah sesuatu yang  logis, ini pasti ulah setan, atas permintaan hamba setan. Dengan rasa marah iapun berwudlu meskipun semua rasa sakit ditubuhnya semakin hebat, Fulan bermaksud mendirikan sholat dua roka’at. Fulan mulai melakukan Sholat dengan isakan tangis, semata-mata takut pada ALLAH SWT, takut kematiannya ini adalah suatu Mudhorot, meskipun ia rela dan ikhlas seandainya maut menjemputnya sekarang, tapi ia ingin itu semata-mata atas izin ALLAH SWT, tidak dengan cara atas perbuatan setan.

Sejak mengangkat tangan dan bertakbir Fulan menangis sejadi-jadinya hingga ia-pun mengeraskan bacaan do’a iftitah, yang terus dilanjutkan dengan Membaca Surah Al-Fatihah dan disambung dengan aya Kursyi.  Ruku, i’tidal, sujud duduk diantara dua sujud, sujud dan kemudian berdiri untuk melanjutkan roka’at kedua, semua dilakukan dengan susah payah karena rasa sakit yang dialami fulan, semua bacaan sholat dibaca keras oleh Fulan dengan khusyu, khidmat seutuhnya jiwa raga menghadap ALLAH SWT, isak tangis dan cucuran air mata tak henti-hentinya.

Pada sujud terakhir isak tangis fulan semakin menjadi, dalam sujudnya Fulan memohon dengan teramat sangat bahwasanya Fulan ikhlas, rela dan ridho maut menjemputnya sekarang saat ia bersujud kepada ALLAH, Fulan yakin dirinya bukanlah apa-apa, bukan siapa-siapa, dia hanyalah makhluk ciptaan ALLAH SWT, dia hanyalah milik ALLAH SWT, seluruhnya yang ada pada dirinya adalah milik ALLAH SWT, sekalipun secuil kuku, sepotong rambut, semua…semua..nya milik ALLAH SWT. Karenanya Fulan hanya memohon tiga hal dalam sujudnya di-iringi tangis:
  • ASTAGFIRULOOHAL ADZIM
  • ALLAHUMAHDINI FIMAN HADAIYT
  • FANSURNI ‘ALAL QOUMIL KAFIRIN

Selesai melakukan sholat, tiba-tiba rasa sakit itu berkurang dan lambat laun semakin berkurang dan terus berkurang… bahkan Fulan dapat merasakan rasa haus… yang sejak semalam tidak dirasakannya, ia-pun minum.., minum yang dirasakan kali ini sangat berbeda, terasa nikmat, walau hanya segelas air bening.

ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN meluncur begitu saja dari mulut Fulan.

ALLOHU AKBAR – ALLOHU AKBAR, suara adzan shubuh terdengar, ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘ALAMIN, Fulan bertahmid lagi mensyukuri nikmat yang ALLAH SWT berikan kepadanya, yaitu :
  • Nikmat Bernafas dengan normal
  • Nikmat dari berkurangnya rasa sakit di kepala
  • Nikmat berkurangnya debar jantung yang keras
  • Nikmat terbebas dari rasa takut dan sedih
  • Dan seluruh nikmat yang diterima fulan selama hidupnya
 
Selesai menunaikan sholat shubuh, Fulan memikirkan apa yang dialaminya semalam, apakah itu santet?, teluh? Atau apa?, entahlah…., Fulan simpulkan itu adalah pengingat dari ALLAH SWT, agar Fulan selalu ingat kepada ALLAH SWT, bahwa ALLAH SWT itu dekat bahkan lebih dekat antara ruh dan jasad. Terbukti ia selamat dari santet atau teluh.
Caranya adalah dengan memohon AMPUNAN kepada ALLAH SWT dengan khusyu dan dengan IKHLAS yang sebenar-benarnya.
Ikhlas bahwa manusia adalah milik ALLAH SWT maka semestinyalah manusia menjadi Hamba ALLAH SWT, bukan HAMBA SYETAN.